Happy Cat Kaoani

Selasa, 05 Januari 2016

3 Meals A Day Fishing Village: Penyintas di Pulau Manjae

Poster acara 3 Meals A Day Fishing Village 2
3 Meals A Day: Fishing Village adalah versi kehidupan pulau dari 3 Meals A Day: Jeongseon Village. Lokasinya di Pulau Manjae, yang terkenal dengan guritanya. Jaraknya cukup jauh, sekitar 6 jam perjalanan dari Pelabuhan Mokpo menggunakan kapal feri, tapi jika dari Seoul bisa makan waktu 10 jam.

Dibintangi oleh Yoo Hae-jin, Cha Seung-won, dan Son Ho-jun; serial keduanya sudah selesai pada akhir November lalu, sekaligus akhir cerita petualangan mereka di Manjae. Sedih sih, tapi PD Na memang sudah mengatakan sebelumnya bahwa acara ini hanya dibuat selama dua season.

Mumpung ingatan saya masih fresh, saya akan bahas reviewnya mulai dari musim pertama. Cuuuuussss!


***
Melihat Seung-won dan Hae-jin 'beraksi' di acara ini memang seru. Kondisi cuaca yang kadang ekstrim, ditambah kepribadian mereka yang sangat jauh berbeda membuat kita terhibur. Oya sekedar info, sebelumnya Jang Keun-suk bergabung di acara ini. Saat episode baru setengah berjalan, ia tersandung skandal. Karena itu berdasarkan pertimbangan dari manajer dan produser, akhirnya ia mengundurkan diri. Posisinya kemudian digantikan oleh Son Ho-Jun (yang awalnya datang sebagai tamu).

Musim pertama lumayan 'menyedihkan', karena saat itu bertepatan dengan musim dingin sehingga ikan sulit didapat oleh Hae-jin. Tetapi yang membuat semua heran dan kagum adalah kemampuan Seung-won dalam mengolah dan memasak makanan. Di kemudian hari ia dijuluki sebagai 'Cha-jumma' (plesetan dari kata ajumma). Ketika ditanya mengenai kemampuannya, Seung-won tersenyum dan bilang kalo di rumah dia juga sering membantu istrinya di dapur. Ketika masih muda dulu, dia selalu berpikir bahwa pria yang pandai memasak kelihatan 'seksi' (beda jauh ya dengan Lee Seo-jin). Itulah (mungkin) salah satu alasan mengapa ia tidak asing dengan dapur dan segala pernak-perniknya. Selain itu, ia juga menyukai kebersihan. Pokoknya macam ibu-ibu kebanyakan deh!

Karena kepandaiannya, PD Na dan staf lain sempat kesulitan dalam menentukan menu yang harus mereka masak di musim pertama. Menu tersulit yang mereka buat di musim pertama adalah roti dan pizza. Seru rasanya melihat mereka membuatnya dengan bahan dan peralatan seadanya. Sedangkan di musim kedua mereka tidak dituntut untuk membuat hidangan tertentu seperti di musim sebelumnya. Mungkin karena kemampuan masaknya yang brilian, jadi PD Na merasa Seung-won nggak perlu diperintah lagi. :D



Rumah Three Meals A Day Fishing Village

Di musim pertama juga ada momen unik. Jadi Seung-won pernah 'meninggalkan' Hae-jin dan Ho-jun karena ia ingin merayakan ulang tahun anaknya. Ia sungguh khawatir, karena itu Seung-won membuatkan kimchi sebelum meninggalkan pulau agar mereka bisa memakannya saat sarapan esok hari. Ia juga mengajarkan Ho-jun takaran bumbu untuk memasak. Lucu deh liat mereka menyiapkan makanan. Jika ada waktu, akan saya share videonya.

Di musim kedua, cuaca lebih bersahabat, dan Hae-jin relatif sering dapat ikan. Sayang, hingga akhir episode ia tidak berhasil menangkap ikan kapas merah dan ikan kapas batu, yang merupakan dua dari 'tiga pemimpin Pulau Manjae'. Pemimpin yang ketiga adalah gurita, dan (untungnya) berhasil ditangkap menggunakan lukah.

Bintang tamunya juga lumayan keren. Sayangnya, di acara ini belum pernah kedatangan tamu wanita. Mungkin karena terlalu ribet kali ya, jadinya mereka nggak ngundang tamu berjenis kelamin wanita. Di musim pertama, Ho-jun menjadi tamu dan secara resmi 'diangkat' sebagai member. Selanjutnya Jung Woo, dan terakhir adalah Choo Sung-hoon (yang sering nonton Superman Returns pasti tahu, dia ayahnya Sarang).

Sedangkan di musim kedua, Park Hyung-sik dipilih sebagai tamu pertama. Ho-jun bergabung setelahnya karena jadwal yang padat. Setelah itu Lee Jin-wook, dan terakhir Yoon Kye-sang. Yang menarik dari Jin-wook adalah ia baru kali ini tampil dalam reality show, jadi kemunculannya sudah pasti sangat ditunggu penggemarnya.

Terakhir, saya ingin menceritakan soal maskot mereka, Bul dan Sanchae. Awalnya hanya Sanchae seorang, tetapi karena ia sering menangis karena kesepian, akhirnya ia ditemani oleh seekor kucing, yang hae-jin beri nama Bul. Kata Hae-jin, karena banyak orang yang menamai kucingnya Nabi, maka ia memberi nama Bul biar anti mainstream. :D


Bul kecil (kiri) dan Bul dewasa (kanan)

Sanchae kecil (atas) dan Sanchae dewasa (bawah)

Sedih rasanya membayangkan ini adalah episode terakhir. Yang kangen dan ingin mengintip foto-foto keseruan mereka, silahkan klik di sini. Untuk sementara ini, saya masih mencari episode lengkapnya. Untuk saat ini, silahkan lihat teaser-nya.

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar