Happy Cat Kaoani

Selasa, 15 Desember 2015

QUANTICO: Mencari Musuh dalam Selimut

Poster Serial TV 'Quantico'
Serialnya baru berakhir Senin malam lalu di AXN. Oke, sebenarnya bukan episode terakhir sih, karena belum diungkap juga siapa teroris sebenarnya. Buat yang penasaran silahkan dipantau tanggal 7 Maret 2016 (lama ya?).

***
Ini merupakan salah satu serial yang populer di Amerika. Awalnya saya kira Quantico ada 'maknanya', tapi setelah browsing, ternyata itu adalah nama sebuah tempat di Virgina, Amerika Serikat.

Quantico sendiri bercerita tentang perekrutan calon agen FBI. Mereka ini dilatih di pangkalan Marine Corps yang letaknya di Quantico. Di serial ini penonton diajak melihat pelatihan mereka yang sangat berat. Mereka dituntut untuk selalu berada 'tujuh langkah' dari musuh. Tujuannya jelas, untuk melindungi Amerika Serikat dari musuh bernama teroris.

Serial ini juga menggambarkan multi-etnis yang direkrut untuk menjadi agen terhebat. Ada Alex Parrish (Priyanka Chopra), sang tokoh utama, yang berlatar belakang India; Nimah dan Raina Amin (Yasmine Al Massri), si kembar yang direkrut Miranda Shaw (Aunjanue Ellis)---direktur program pelatihan---yang dilatih untuk 'menyamarkan diri' sebagai seorang bernama Nimah; Simon Asher (Tate Ellington) yang seorang Yahudi dan lama menetap di Gaza; Shelby Wyatt (Johanna Braddy) yang orang tuanya tewas dalam tragedi 9/11 dan ahli menembak; dan masih banyak lagi.

Masing-masing memiliki agenda tersembunyi untuk memilih menjadi agen FBI. Seperti Natalie Vasquez (Anabelle Acosta), yang menjadi agen karena kenangan buruk di masa lalu dan karenanya ia membuat bekas luka palsu di belakang telinganya. Atau Ryan Booth (Jake McLaughlin) yang ternyata seorang agen FBI yang menyamar untuk memata-matai Alex Parrish, tetapi ia justru jatuh cinta padanya.
***
Bagi saya pribadi, serialnya sangat menarik dan layak ditonton. Serial ini seolah menyindir pemerintah untuk mewaspadai 'pegawai' yang mereka rekrut sendiri sebagai agen hebat agar tidak berubah menjadi 'monster' yang menakutkan. Selain itu, digambarkan pula bagaimana pertemanan yang kita jalin di asrama selama tujuh bulan tidak menjadi dasar untuk tidak mencurigai mereka sebagai tersangka teror. Penonton juga diajak untuk mencermati mereka, sebab semua masih terlihat 'abu-abu'. Masing-masing agen punya sisi tersembunyi yang belum banyak ditemukan oleh yang berwenang.

Dipilihnya Priyanka Chopra sebagai tokoh utama juga menarik, karena sang creator seolah ingin mengatakan bahwa terkadang kaum minoritas sering dituduh melakukan teror hanya berdasar 'bukti di lapangan'. 'Konflik' antara Yahudi-Muslim juga digambarkan melalui tokoh Nimah bersaudara dan Simon. As you knowYasmine ini berdarah Palestina (ayah) dan Mesir (ibu). Selain itu, disinggung pula soal 'agama tertentu' yang memilih melakukan teror sebagai alasan untuk 'memperjuangkan' sesuatu yang mereka yakini kebenarannya.

Sayang, alur cerita yang maju-mundur membuat penonton akan bingung. Jadi saya sarankan agar teman-teman menonton dari awal hingga akhir agar mengerti keseluruhan cerita.

Harapan saya, ke depan Indonesia juga akan membuat film atau drama sejenis. Terus terang, saya sebenarnya sudah bosan dengan cerita agen dari luar negeri. Oke, mungkin sifatnya memang rahasia. Tapi setidaknya bisa memberi kita sedikit gambaran soal aktivitas mereka. Atau jangan-jangan karena sistem keamanan kita yang masih rawan disusupi sehingga kurang pede untuk membuat film atau drama seperti ini?



BPN121615-09.04AM

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

5 komentar:

  1. susah gan, soalnya anggaran haji aja dikorup buat kepentingan pribadi:l

    BalasHapus
  2. penasaran dengan film ini.

    BalasHapus
  3. penasaran dengan film ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bukan movie, tapi drama. Sepertinya bakal lanjut ke serial ketiga, tapi ntahlah (hasil stalking fanpage facebooknya tante priyanka)..

      Hapus