Happy Cat Kaoani

Jumat, 11 Desember 2015

RONALDO: Melihat Sisi Lain Kehidupan Sang Megabintang

Poster film Ronaldo
"Di sepakbola aku tak memiliki banyak teman. Orang-orang yang benar-benar kupercaya tak banyak: kakakku, Ricky, Luis... Hampir seluruh waktu kuhabiskan sendirian. Aku senang melakukannya sendiri. Tidur kapan pun aku mau, pergi berenang kapan pun aku mau. Aku sudah seperti ini sejak awal bermain bola..."

"Aku adalah orang yang tertutup. Aku tahu apa yang terbaik bagiku, dan yang terbaik adalah aku pulang, mengasingkan diri dengan dunia luar; media, televisi, sepakbola; karena aku tahu keesokan harinya aku akan kembali lagi ke dunia. Aku lebih suka diam. Aku tak suka merasa ditekan setelah latihan, setelah pertandingan... Aku ingin memasuki duniaku; berada di rumah, bersama orang-orang yang kusukai, bersama anakku dan menenangkan diriku..."
***
Di masa-masa kuliah dulu, teman-teman seangkatan hampir seluruhnya cowok. Mau tak mau, obrolan sehari-hari pasti nggak jauh-jauh dari persoalan cowok-cowok pada umumnya: cewek, rokok, game, *****, dan bola.

Ada dua orang teman yang (masing-masing) penggemar Real Madrid dan Barcelona (baca: icon dari masing-masing tim). Mereka berdua sering sibuk berdiskusi, apalagi saat bigmatch keduanya disiarkan semalam. Esok harinya di saat jam kuliah kosong, mereka pasti sibuk membahas pertandingan semalam. Ujung-ujungnya, persoalannya akan menyerempet ke yang memiliki banyak pemasukan, yang punya banyak sponsor mulai kepala sampai kaki, yang punya jiwa sosial tinggi, dan segala hal lain yang sering bikin saya senyam-senyum---karena masing-masing merasa bahwa tim jagoan (a.k.a pemain favorit mereka masing-masing, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi). Diskusi biasanya berakhir deangan persoalan peraih Ballon d'Or terbanyak.

Mau nggak mau, saya jadi tahu banyak soal kedua tim. Kadang saya iseng memantau lewat media sosial (karena saya nggak kuat begadang) soal pertandingan keduanya; baik saat menjamu tim lain atau keduanya berhadapan langsung. Nggak enak rasanya mereka ngobrol sementara saya hanya jadi kambing congek. Paling nggak bisa mengikuti obrolan mereka, biar kesannya nggak bego-bego amat soal bola.
***
Terus terang, awalnya saya nggak begitu simpatik dengan Ronaldo. Sepele sih alasannya, karena sifatnya yang jerk itu. Meski teman saya (yang fans beratnya itu) sering bilang bahwa yang namanya urusan pribadi nggak perlu dibawa-bawa ke skill, tapi rasanya sulit diterima. Terlebih waktu ada kabar jika ia kini memiliki anak yang ibunya tak jelas. Ugh, rasanya kalo ketemu pengen cakar mukanya yang songong itu.

Pelan-pelan, saya kemudian menyadari bahwa dia juga manusia biasa. Persoalan pribadi sifatnya privasi. Jangan sampai persoalan itu membuat kita buta akan penampilan briliannya di lapangan hijau. Toh, tak ada orang yang tak ingin bertemu dengannya.
***
Ronaldo adalah pekerja keras. Di setiap pertandingan ia selalu berusaha agar timnya memetik kemenangan dan menampilkan performa terbaik. Tetapi di rumah, ia seorang yang penuh kasih sayang pada anak semata wayangnya.

Setidaknya itulah yang ingin digambarkan dalam film semi-dokumenter ini. Film ini sangat saya rekomendasikan bagi mereka yang hanya melihat 'sisi luar' sang megabintang. Mereka tak pernah tahu, di balik kehidupan mewah yang diraih ada pengorbanan besar yang ditempuh.

Jangan harap di film ini akan disuguhi soal gosip-gosip yang selama ini menerpanya. Film ini 'hanya' menyinggung perjalanan karir dan orang-orang yang mengantarkannya hingga mencapai puncak ketenaran. Bagaimana rivalitasnya dengan megabintang Barcelona, Lionel Messi? Benarkah mereka juga 'musuh bebuyutan' di luar lapangan? Apa arti Ballon d'Or baginya? Mampukah dia menjadi orang tua tunggal yang baik? Semuanya akan dijawab dalam film ini.

Sayangnya, di film ini tidak menyinggung soal anak angkatnya di Aceh dan bantuannya untuk Palestina yang sempat jadi perbincangan hangat. Mungkin sang sutradara tak ingin memasukkan 'unsur tertentu' yang membuat pro kontra. Tetapi bagi saya justru akan menambah daya tarik. Sebab ada beberapa yang menganggap hal tersebut dilakukan untuk mencari popularitas---utamanya soal bantuan tersebut.

Oya, di film ini lagu Rihanna muncul sebagai 'selingan'. Kayaknya ini salah satu lagu favoritnya sih. Penasaran? Ini dia.





Trailernya bisa dilihat di bawah ini.


Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

3 komentar:

  1. manteeeeppp! baru kali ini ada resensi yg ga copas & panjang x lebar.. :i :o

    BalasHapus